Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00

Unsur Utama Dalam Hukum Waris Perdata Dan Syarat Pewarisan

0 Comments
Unsur Utama Dalam Hukum Waris Perdata Dan Syarat Pewarisan

Berbicara masalah warisan, melayang pada benak kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan sejumlah harta peninggalan akibat kematian seseorang. Masalah warisan, di dalam masyarakat kita sering menimbulkan perselisihan yang mungkin akan mengakibatkan pecahnya keakraban persaudaraan.

 

Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi seandainya kita semua memahami apa yang seharusnya kita lakukan, apa yang menjadi hak-hak kita, dan apa pula yang menjadi kewajiban-kewajiban kita yang berkaitan dengan harta warisan tersebut.Ketidaktahuan dan kekurang mengertian,banyak menjadi biang keladi konflik tersebut.

 

Kemajemukan masyarakat di Indonesia diikuti dengan kemajemukan Hukum Perdatanya. Dimana Hukum Waris merupakan salah satu bagian dari Hukum Perdata yang berkembang dengan sangat kental di masyarakat Indonesia. Karena seperti kita ketahui kegiatan waris mewaris tidak bisa terlepas dari tata kehidupan masyarakat. Ahli Waris merupakan salah satu unsur utama dalam Hukum Waris.

 

Dalam membicarakan Ahli Waris, sudah barangtentu kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan Ahli Waris, hak dan kewajibannya beserta penggolongannya serta kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan status Ahli Waris, untuk menghidari kesalahpahaman dalam menindak lanjutinya dalam kehidupan sehari-hari.

 

YANG DAPAT DIWARISKAN

Pada asasnya, yang dapat diwariskan hanyalah hak-hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan saja. Kecuali, ada hak dan kewajiban dalam bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan, yaitu Perjanjian kerja, hubungan kerja, keanggotaan perseroan, dan pemberian kuasa.

 

SUBJEK HUKUM WARIS

Subjek hukum waris adalah:

Pewaris:

      • Meninggalkan harta
      • Diduga meninggal dengan meninggalkan harta

 

Ahli waris:

      • Sudah lahir pada saat warisan terbuka (Pasal 863 KUHPer)

 

SYARAT PEWARISAN

      • Pewaris meninggal dengan meninggalkan harta
      • Antara pewaris dan ahli waris harus ada hubungan darah (untuk mewaris berdasarkan UU)
      • Ahil waris harus patut mewaris (Pasal 838 KUHPer)

 

 

PASAL 838 KUHPER BERISI :

      • Mereka yang telah dihukum karena membunuh atau mencoba membunuh pewaris
      • Mereka yang karena putusan hakim secara fitnah telah mengajukan pengaduan terhadap pada yang si meninggal, ialah suatu pengaduan telah melakukan sesuatu kejahatan yang terancam dengan hukuman penjara lima tahun lamanya atau hukuman yang lebih berat
      • Mereka yang dengan kekerasan telah mencegah si yang meninggal untuk mencabut wasiatnya
      • Mereka yang telah menggelapkan atau merusak wasiat dari si meninggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!