Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00

Apakah Bisa Mengajukan Cerai Tanpa Buku Nikah dengan Pengacara?

0 Comments
2. Apakah Bisa Mengajukan Cerai Tanpa Buku Nikah dengan Pengacara

Dalam pernikahan ada masa di mana banyak masalah menerpa kehidupan rumah tangga. Terkadang dapat di atasi dan dipecahkan bersama. Namun, ada kalanya tidak lagi bisa dicari jalan keluar. Ada yang memutuskan bertahan, namun, ada pula yang memilih untuk bercerai sebagai jalan pintas solusi permasalahannya.

 

Seperti yang terjadi pada pasangan Astuty dan Saryadi. Mereka telah menikah selama lima tahun. Namun, dalam permasalahan yang menerpa rumah tangga mereka, tidak ada solusi yang bisa diraih, sehingga perceraian menjadi jalan satu-satunya. Selama mengurusi masa perceraian, keduanya berada di tempat yang berbeda.

 

Berapa Lama Proses Perceraian di Pengadilan Negeri Maupun Agama

Astuty di Kebumen dan Saryadi di Jogja, sedangkan dulu mereka menikah di Kebumen. Proses perceraian mereka sering terhambat dikarenakan semua dokumen pribadi milik Saryadi dipegang oleh Astuty, salah satunya adalah buku nikah. Dikarenakan Astuty tidak mau menyerahkannya pada Saryadi, membuat proses perceraian mereka semakin lama.

 

Bagaimanakah solusinya?

Apakah bisa Saryadi mengajukan perceraian tanpa adanya buku nikah?

Perceraian dan Alasannya Pengaturan masalah perceraian di Indonesia secara umum terdapat dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan);

 

Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (PP 9/1975); dan khusus yang beragama Islam mengacu kepada Kompilasi Hukum Islam (KHI). Pengajuan perceraian hanya dapat dilakukan di Pengadilan.

 

Pengadilan Negeri untuk yang beragama selain Islam, dan Pengadilan Agama untuk yang beragama Islam.

 

Pasal 39 ayat (2) UU Perkawinan mengatur bahwa untuk dapat melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa antara suami dan istri tersebut tidak dapat lagi hidup rukun sebagai pasangan.

 

Pengacara Perceraian di Klaten | Cara Pemeriksaan Cerai Gugat

Alasan-alasan perceraian, dapat dilihat pada penjelasan Pasal 39 ayat (2) UU Perkawinan no. Pasal 19 PP 9/1975, yaitu:

    • Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.
    • Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain, di luar kemampuannya.
    • Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
    • Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain.
    • Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri.
    • Antara suami dan istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran, sehingga tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

 

Mengenai prosedur gugatan perceraian menurut Pasal 40 UU Perkawinan diatur sebagai berikut:

    • Gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan.
    • Tatacara mengajukan gugatan tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur dalam peraturan perundangan tersendiri.

 

Lebih lanjut mengenai gugatan perceraian diatur dalam Pasal 20 PP 9/1975:

    • Gugatan perceraian diajukan oleh suami atau istri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.
    • Dalam hal tempat kediaman tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan di tempat kediaman penggugat.

Dalam hal tergugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan di tempat kediaman penggugat. Ketua Pengadilan menyampaikan permohonan tersebut kepada tergugat melalui Perwakilan Republik Indonesia setempat.

 

Tips Memperoleh Hak Asuh Anak di Pengadilan Sesudah Sidang Cerai

Jika anda sedang membutuhkan pengacara untuk mengurus Perceraian, Perkawinan, Hukum Keluarga dan Hak Waris Anak Hubungi kami Pengacara-Online.Com Pengacara di PENGACARA PERCERAIAN JOGJA, KLATEN, PONOROGO & PURWOREJO di WhatsApp +62 857-1325-1145.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!