Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00

Harta Bersama atau Harta Gono Gini dalam Perkawinan Poligami

0 Comments
36. Harta Bersama atau Harta Gono Gini dalam Perkawinan Poligami

Mencari nafkah untuk menghidupi keluarga adalah tugas dan tanggung jawab suami. Inilah salah satu rahasia mengapa derajat lelaki di atas wanita, dengan dijadikannya lelaki sebagai pemimpin, pengayom, penanggung jawab, penjaga, dan pelindung kaum wanita. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Al-Qur’an yang mulia:

 

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (para lelaki) telah menafkahkan sebagian harta mereka.

Al-Hafizh Ibnu Katsir t menyatakan, lelaki adalah pemimpin, pembesar, pemutus urusan, dan pendidik bagi wanita ketika ia bengkok/menyimpang karena lelaki lebih baik dan lebih utama daripada wanita. Oleh sebab itu, yang beroleh kenabian hanya lelaki.

 

Pengadilan Agama Berwenang Memutus Perkara-Perkara Kewarisan

 

Di samping itu, lelaki telah membelanjakan dan mengeluarkan hartanya untuk memberi mahar kepada wanita yang dinikahinya, memberi nafkah kepada keluarganya, dan tanggungan-tanggungan lain yang diwajibkan oleh Allah l atas lelaki untuk kepentingan wanita.

Sesuatu yang lumrah dalam budaya masyarakat yang masih lurus, ketika seorang lelaki berposisi sebagai suami dan ayah, anak lelaki, atau saudara lelaki, ia bekerja untuk memberi makan anak dan istrinya berikut orang-orang yang berada di bawah tanggungannya. 

 

Memang terkait harta bersama bagi seorang suami yang memiliki istri lebih dari satu sering menimbulkan permasalahan bahkan dalam perhitungannya ada yang menyatakan tidak memberi keadilan bagi istri yang dinikahi lebih dahulu (kesatu) dengan berbagai alasan d antaranya di awal pernikahan isteri pertama biasanya yang merasakan penderitaan untuk membangun rumah tangga dan mengumpulkan harta.

 

Persyaratan Surat Keterangan untuk Melakukan Perceraian bagi PNS

 

Dalam menjawab pertanyaan Saudara, kami akan mendasarkan pada Kompilasi Hukum Islam (KHI), sebagaimana diatur dalam Pasal 94 yakni ;

      • Harta bersama dari perkawinan seorang suami yang mempunyai isteri lebih dari seorang masing-masing terpisah dan berdiri sendiri.
      • Pemilikan harta bersama dari perkawinan seorang suami yang mempunyai isteri lebih dari seorang sebagimana tersebut ayat (1) dihitung pada saat berlangsungnya akad perkawinan yang kedua, ketiga atau keempat

 

Harta bersama dalam perkawinan Poligami dalam KHI tersebut dipisahkan antara isteri pertama dengan isteri-isteri berikutnya. Untuk melindungi isteri pertama harta yang diperoleh suami selama dalam ikatan perkawinan adalah harta benda bersama milik suami dan istri pertama.

 

Kemudian apabila suami menikah lagi dan masih terikat perkawinan dengan istri pertama, maka perhitungan harta bersama menjadi hak suami, istri pertama dan istri kedua dan juga akan berlaku apabila suami melakukan perkawinan dengan istri ketiga dan keempat atau dengan kata lain harta bersama dalam perkawinan poligami dihitung sejak akad nikah kedua, ketiga dan keempat di langsungkan.

 

Pemicu Terjadinya Konflik Dalam Keluarga yang Berakibat Fatal

 

Memang ketentuan tersebut ada yang dianggap terasa tidak adil, karena bisa saja suami akan memberikan kepada istri kedua, ketiga dan keempat berupa tempat tinggal (rumah) dan barang bergerak lainnya sepanjang pemberiannya tidak melebihi 1/3 (sepertiga) dari harta bersama yang diperoleh dengan istri kedua, ketiga dan keempat selama dalam perkawinan. Harta yang diberikan harus keluarkankan dari perhitungan harta bersama.

 

Dengan demikian sangat jelas menurut ketentuan Kompilasi Hukum Islam, istri pertama tetap mendapat perlindungan hukum terhadap harta bersama yang diperoleh sampai batas berlangsungnya perkawinan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!