Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00

Hak-Hak Istri Akibat Putusnya Perceraian Karena Cerai Talak

0 Comments
Hak-Hak Istri Akibat Putusnya Perceraian Karena Cerai Talak

Hak-Hak Istri Akibat Putusnya Perceraian Karena Cerai Talak. Pasal 1 Undang Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Meskipun demikian tidak sedikit orang mengalami permasalahan keluarga yang pada akhirnya harus berakhir dengan perceraian.

 

 

Perceraian bisa diajukan oleh seorang istri ( Gugatan Perceraian ) serta bisa juga diajukan oleh seorang suami atau yang dinamakan Cerai Talak. Terputusnya perkawinan dalam Islam membawa akibat-akibat tertentu baik kepada bekas suami atau kepada bekas isteri. Akibat putusnya perkawinan akibat perceraian yang diajukan oleh seorang suami maka bekas suami berkewajiban memeberikan :

 

 

Nafkah mut’ah

Mut’ah adalah pemberian/nafkah suami kepada istri karena adanya talak) yang layak kepada bekas isterinya, baik berupa uang atau benda, kecuali bekas isteri tersebut qobla al dukhul.

 

Nafkah idddah

Nafkah iddah adalah nafkah kepada bekas istri selama masa iddah (iddah seorang istri yang ditalak suami adalah 3 (tiga) bulan ) akibat cerai talak.

 

Nafkah hadhanah

Hak pemeliharaan anak atau hadhanah pada dasarnya semata-mata didasarkan kepada kepentingan anak, namun berdasarkan ketentuan Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam dan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 126 K/Pdt/2001 tanggal 28 Agustus 2003, menyatakan “Bila terjadi perceraian, anak yang masih dibawah umur pemeliharaannya seyogiyanya diserahkan kepada orang terdekat dan akrab dengan si anak yaitu Ibu.

 

 

Hak hadhanah ini termasuk biaya-biaya dalam pengurusan anak tersebut (biaya hadhanah),14 jika hak hadhanah tersebut tidak dialihkan dan tidak dicabut dari ibu (isteri).

 

Selain  ketiga nafkah diatas ada nafkah terutang yang harus dibayar oleh seorang suami yang mengajukan Talak kepada istrinya ketika masa hidup bersama suami lalai memberikan nafkahnya kepada bekas istrinya.

 

Putusnya perceraian akibat Talak tentunya mengakibatkan kewajiban Nafkah kepada bekas istri sebagaimana uraian diatas, namun ada beberapa hal-hal yang menyebabkan hilangnya hak nafkah seorang bekas istri ketika diTalak Suami salah satunya adalah ketika  bekas istri terbukti Nuzyus.

 

 

Pengacara-online.com merupakan Kantor Pengacara Perceraian yang fokus di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur yang mengkhususkan diri pada penanganan perkara Hukum keluarga di Pengadilan Agama & Negeri seperti Istbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Pernikahan, Pengangkatan Anak, Perceraian, Pembagian Harta Bersama, Hak Asuh Anak, Gugatan Perceraian, Perwalian, Sengketa Waris, Wasiat, Hibah.

 

 

Dengan didukung TIM Advokat-Pengacara yang berkompeten dan telah berpengalaman Berpraktik sebagai Advokat-Pengacara di berbagai wilayah Pengadilan Agama & Negeri Di Indonesia dapat menjalankan profesi dimanapun, kapanpun dan kasus apapun sepanjang berada di wilayah Indonesia, untuk itu kami harapkan kepada calon klien kami tidak ragu dalam memilih kami sebagai kuasa hukum maupun penasihat hukum dari Kantor Pengacara-online.com.

 

 

Kami memiliki beberapa kantor perwakilan Di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

 

 

Pelayan kami dalam melaksanakan profesi kami dengan berpegang teguh pada Kode etik dan profesional serta komitmen penuh dalam menangani perkara yang diamanahkan kepada kami.

 

 

Ingin mengajukan pertanyaan & Konsultasi Mengenai Perceraian  kami siap membantu Anda, silakan hubungi Pengacara-Online.com di +62 83-123-666-132 atau email ke pengacara.online@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!