Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00

Apakah Mengajukan Perceraian Harus Izin Suami Atau Istri?

0 Comments
Apakah Mengajukan Perceraian Harus Izin Suami Atau Istri

Apakah Mengajukan Perceraian Harus Izin Suami Atau Istri? Didalam masyarakat masih banyak belum mengerti apakah ketika salah satu pihak mengajukan Perceraian apakah harus meminta izin persetujuan salah satu pihak baik suami atau istri.

Terkait dengan izin mengajukan gugatan, dalam Undang-Undang Perkawinan, tidak mengatur perlunya izin suami atau istri dalam mengajukan perceraian. Adapun peraturan tentang perceraian diatur dalam Pasal 39 dan Pasal 40 UU No. 1 Tahun 1974, yang berbunyi:

 

 

Pasal 39

  1. Perceraian hanya dapat dilakukan didepan Sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.
  2. Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri.
  3. Tatacara perceraian didepan sidang Pengadilan diatur dalam peraturan perundangan tersendiri.

 

 

Pasal 40

  1. Gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan.
  2. Tatacara mengajukan gugatan tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur dalam peraturan perundangan tersendiri.

 

 

Dalam Penjelasan Pasal 39 ayat (2) UU No. 1 Taahun 1974, dijelaskan lebih lanjut terkait alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar untuk pereeraian adalah :

 

 

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Salah satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak yang lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemauannya;
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang libel berat setelah perkawinan berlangsung.
  4. Salah satu pihak inelakukan kekeiaman atau penganiayaan berat yang mernbahayakan terhadap pihak yang lain.
  5. Salah satu pihak inelakukan kekeiaman atau penganiayaan berat yang mernbahayakan terhadap pihak yang lain.
  6. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah-tangga.
  7. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau, penyakit yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri.

 

 

 

Selain itu, dalam Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974 dijelaskan bahwa, Gugatan perceraian diajukan oleh suami atau isteri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.

 

 

Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa didalam perceraian tidak ada aturan yang mengharuskan salah satu pihak harus meminta izin untuk bercerai. Akan tetapi yang terpenting didalam mengajukan perceraian adalah dasar yang dijadikan alasan  perceraian sebagaimana Pasal 39 ayat (2) UU No. 1 Taahun 1974.

 

 

Ingin mengajukan pertanyaan & Konsultasi Mengenai Perceraian  kami siap membantu Anda, silakan hubungi Pengacara-Online.com di +62 83-123-666-132 atau email ke pengacara_online@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!